Sragen, Bappeda Litbang Kabupaten Sragen menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Sapi Sragen di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Sragen, Selasa (10/2). Rapat Koordinasi ini dihadiri dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah. Disnakan Keswan Provinsi Jawa Tengah, Disnakkan Kabupaten Sragen dan UPTD Technopark Disnaker Kabupaten Sragen.

Rapat Koordinasi ini dilakukan guna menindaklanjuti Perpres 79 Tahun 2019 yang di dalamnya terdapat kegiatan Pengembangan Sapi di Kabupaten Sragen dengan pagu anggaran sebesar 50 Milyar. Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Sragen Ir. Zubaidi, M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pengembangan Sapi Sragen sebenarnya sudah dimulai sejak lama, namun belum optimal. Oleh karena itu, karena menjadi salah satu pendukung dalam pertumbuhan ekonomi 7% dan sudah diakomodir dalam Perpres 79 tahun 2019 maka Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Dinas Peternakan dan Perikanan pada Tahun Anggaran 2020 ini telah mengalokasikan dana untuk penyusunan Feasibility Study (FS), DED, dan Masterplan guna mendukung pelaksanaan Perpres 79 tahun 2019 ini.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen, Ir. M. Djazairi menyampaikan bahwa Sapi Sragen yang akan dikembangkan di Kabupaten Sragen ini berbeda dengan sapi-sapi yang telah dikembangkan di daerah lain. Sapi Sragen ini bukan Sapi Berangus, tetapi Sapi Sragen yang memiliki cirikhas khusus yaitu dari warna sapi serba hitam, tidak berpunuk, tidak bertanduk dan Sapi Sragen ini “doyan” terhadap semua jenis makanan. Djazairi menambahkan bahwa pengembangan Sapi Sragen ini nanti akan dikembangkan di Aneka Usaha Ternak (AUT) Klero di Kecamatan Sambirejo sebanyak 100 ekor sapi dan 4 Kelompok Ternak masing-masing 40 ekor.

Setelah pemaparan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkan) Provinsi Jawa Tengah menjelaskan terkait dengan isi Perpres 79 tahun 2019 ini, belum ada petunjuk teknis pelaksanaan dari Kementerian Pertanian. Pihaknya menegaskan bersama dengan Bappeda Provinsi Jawa Tengah akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kemenko Kemaritiman dan Kementerian Pertanian, tentang bagaimana dan apa yang harus dilakukan dalam menindaklanjuti pelaksanaan Perpres 79 tahun 2019 ini. Selanjutnya antara Pemerintah Kabupaten Sragen dan Pemprov Jawa Tengah akan terus berkomunikasi terkait hasil akhir koordinasi yang dilakukan oleh Disnakan Keswan dan Bappeda Provinsi Jawa Tengah ke Kemenko Maritim dan Kementerian Pertanian di Jakarta. Namun demikian, penyiapan data dukung dan dokumen yang diperlukan tetap dilaksanakan oleh Pemkab Sragen dan diperkirakan seluruh dokumen yang dibutuhkan akan siap pada pertengahan tahun 2020 ini. (nn-persik)


Berita Terkait