Sragen – Bappeda Litbang Kabupaten Sragen kembali kedatangan tamu. Kali ini dari Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Bappeda Gunungkidul yang datang ke Sragen untuk melaksanakan orientasi kegiatan kelitbangan. Hal yang dipelajari dari Bappeda Litbang Kabupaten Sragen antara lain tentang penyusunan Jurnal Litbang Sukowati, Lomba Kreativitas dan Inovasi serta pelaksanaan Dewan Riset Daerah.

Dipimpin oleh Kabid Litbang Bappeda Gunungkidul, Bp. Rismiyadi, datang ke Sragen pada Selasa, 10 Maret 2020. Ikut serta dalam kunjungan dimaksud antara lain Bp. Jalma Winarta MS, selaku Kasubbid Litbang, Indah Bekti Utami, dan Kurnia Adhi Prakosa. Berempat datang ke Sragen diterima langsung oleh Kabid Litbang Sragen, Drs. Wahyudi, M.Sc dan para kasubbid yang menangani yaitu Wawan Kurniawan, S.ST, M.Si (Kasubbid Ekonomi dan Pembangunan) mengelola Jurnal Litbang Sukowati, Agus Suwondo, ST, MM (Kasubbid Inovasi dan Teknologi) menangani Lomba Krenova dan Suyana, SE (Kasubbid Sosial dan Pemerintahan) yang memfasilitasi Dewan Riset Daerah Kabupaten Sragen, hadir juga para staf Bidang Litbang di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Sragen.

Bappeda Gunungkidul di tahun 2020 ini akan membuat jurnal, oleh karena itu perlu referensi cara mendirikan dari awal, cara memperoleh ISSN dan e-ISSN ke LIPI, mengelola, dan memproses sampai terakreditasi. Seperti telah diketahui bahwa Jurnal Litbang Sukowati telah berbasis Open Journal System (OJS) dan telah terakreditasi SINTA 4 dari Kemenristekdikti pada tahun 2019 lalu. 

Lomba Krenova juga dilaksanakan oleh Bappeda Kabupaten Gunungkidul, sama seperti Sragen, bedanya di Gunungkidul tidak berjenjang sampai provinsi, hanya ada di tingkat kabupaten. Kalau di Kabupaten Sragen mulai dari tingkat kabupaten, meningkat ke tingkat Subosukawonosraten kemudian tingkat Provinsi Jawa Tengah. Bahkan ada yang sampai lanjut tingkat Nasional dan Internasional seperti juara Krenova Sragen berupa Penggorengan Anti Kolesterol oleh Bu Rina yang menang sampai tingkat Internasional di India. Selain itu, Penggorengan Anti Kolesterol juga mendapatkan pendanaan PPBT dari Kemenristekdikti sebesar 450 juta.

Terkait Dewan Riset Daerah, di Kabupaten Gunungkidul juga sudah ada DRD sejak 2017 dan akan berakhir tahun 2020. Oleh karena itu, perlu berbagi pengalaman terkait pengelolaan DRD supaya keberadaannya bermanfaat secara optimal bagi daerah. DRD Kabupaten Sragen terkenal aktif dan melaksanakan berbagai kegiatan. Rekomendasi kepada pengambil kebijakan sering dilakukan dalam rangka membantu pencapaian visi misi kepala daerah. DRD Sragen juga baru saja berganti periode dimana terjadi beberapa perubahan personil. DRD Sragen periode 2020-2025 beberapa hari yang lalu juga telah menghadap Bupati untuk menyelaraskan peran dan tugasnya untuk membantu dalam mencapai tujuan di RPJMD. (Litbang)



Berita Terkait