Sragen, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sragen Tahun 2019 menempati posisi 3 besar se-Subosukawonosraten di bawah Karanganyar dan Sukoharjo, menguat dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sragen Tahun 2019 menyentuh angka 5,90% naik 0,15% dibanding tahun 2018 sebesar 5,75% dan lebih tinggi dari rata-rata Jawa Tengah pada tahun 2019 sebesar 5,41%.

Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Pejabat Fungsional Perencana Provinsi Jawa Tengah, Muji Purnomo yang disampaikan dalam Acara Musrenbang Kabupaten Sragen Tahun 2020, Senin (16/3/2020) di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen.

Muji Purnomo juga menyampaikan Kabupaten Sragen sebagai Zona Merah Kemiskinan pada tahun 2019 berhasil mengurangi angka kemiskinan sebesar 0,33% dari 13,12 % pada tahun 2018 menjadi 12,79% pada tahun 2019. Masih di bawah Jawa Tengah yang tingkat kemiskinannya pada tahun 2019 sebesar 10,80%. Dengan penurunan angka kemiskinan ini belum berhasil mengangkat keluar Kabupaten Sragen dari Zona Merah, dan perlu upaya lebih optimal lagi agar Kabupaten Sragen bisa keluar dari Zona Merah Kemiskinan.

Senada dengan Muji Purnomo, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga menyampaikan terkait dengan angka kemiskinan Kabupaten Sragen yang masih tinggi meskipun dalam 2 tahun ini berkurang 0,33% perlu upaya yang lebih maksimal lagi dalam rangka menurunkan tingkat angka kemiskinan di Kabupaten Sragen. Menurut Bupati, dengan meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi harusnya bisa diimbangi dengan penurunan angka kemiskinan yang lebih signifikan. Oleh karena itu, hal ini perlu keterlibatan seluruh stakeholder di Kabupaten Sragen dalam upaya penanganan kemiskinan yang lebih serius. Harapannya tahun-tahun berikutnya, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sragen bisa berkurang lebih signifikan dibanding dengan tahun 2019 ini dan dapat keluar dari Zona Merah Kemiskinan. (nn-persik)


Berita Terkait