Sragen, Bappeda Litbang Kabupaten Sragen saat ini sedang menyusun Dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK). Tujuan dilakukan penyusunan dokumen ini adalah untuk mewadahi rencana-rencana aksi pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh. Berdasarkan SK Kumuh Kabupaten Sragen No 648/99/002/2015, Kawasan Kumuh Kab. Sragen memiliki luas sebesar 3,6 hektar berhasil dituntaskan pada Tahun 2019. Selanjutnya, melalui Baseline Kawasan Kumuh tahun 2020, yang ditetapkan dalam SK Bupati Sragen Nomor 648/437/003/2020 bahwa Kawasan Kumuh Kabupaten Sragen seluas 86,79 hektar. Kawasan Kumuh ini berada di Kecamatan Sragen dan Kecamatan Ngrampal masing-masing seluas 44 hektar dan 43 hektar.

Untuk menanganani kawasan kumuh tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragen menyusun RP2KPKPK sebagai wadah rencana aksi dalam pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh tersebut.

Penyusunan RP2KPKPK tersebut telah dibahas bersama dengan OPD terkait, Askot Mandiri KOTAKU, pihak Kelurahan dan Desa dalam kawasan kumuh, tokoh masyarakat dan dari pihak konsultan di Ruang Rapat OPRoom Setda Kabupaten Sragen pada Selasa, 21 September 2021. Saat ini sudah memasuki laporan antara. Pembahasan laporan antara bertujuan untuk memverifikasi permasalahan perumahan kumuh dan permukiman kumuh, penentuan skala prioritas penanganan, perumusan kebutuhan penanganan berdasarkan skala prioritas dan penentuan konsep Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh.

Dalam pembahasan tersebut dilakukan pencermatan-pencermatan terhadap isi dokumen dan menjaring kesepakatan tentang rencana aksi pelaksanaan penanganan kumuh tersebut. Salah satunya adalah point penataan perumahan di bantaran Sungai Garuda dengan melakukan penataan lingkungan, bangunan rumah dan pinggiran sungai dengan konsep wisata sungai. Selain itu, isu-isu permasalahan dalah RPJMD juga diakomodir dalam rencana aksi RP2KPKPK tersebut.

Masukan-masukan dari para peserta pembahas akan ditindaklanjuti dan diolah kembali oleh tim konsultan untuk disempurnakan dalam dokumen dan selanjutnya akan dibahas dalam pertemuan berikutnya. (aulia-persik)


Berita Terkait