Sragen, Seminar Ekonomi kembali digelar oleh Bappeda Litbang Kabupaten Sragen di Aula Sukowati Setda Kabupaten Sragen, Kamis 23 September 2021. Seminar ekonomi kali ini mengangkat tema “Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi dan Menekan Inflasi Kabupaten Sragen melalui Optimalisasi Peran OPD dan Stakeholder”. Acara ini dibuka Plt Assisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sragen sekaligus Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Sragen, Ir. Zubaidi, M.M.

Acara ini dihadiri 3 narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing. Narasumber yang pertama dari Bank Indonesia Perwakilan Surakarta, Aries Purnomo Hadi, Analis/Manager Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Bank Indonesia Perwakilan Surakarta, dalam paparannya menyampaikan terkait kondisi Perekonomian Soloraya yang meliputi Prospek Ekonomi, Kegiatan Dunia Usaha yang mengindikasikan perbaikan, Tren Digitalisasi Meningkat, dan Perkembangan Inflasi Daerah. Beliau juga menyampaikan saat ini kecenderungan perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan sudah menggunakan digital. Sementara Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen menempati posisi kedua di Soloraya setelah Kota Surakarta pada Triwulan II Tahun 2021 dan Peringkat 13 dari 508 Kota/Kabupaten se Indonesia. Nilai tersebut masuk dalam tahap Daerah digital (>80%).

Narasumer dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen, Eko Wiyono, S.E., M.Si menyampaikan struktur ekonomi daerah dalam PDRB beserta indikator-indikator dan formulasinya. Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Sragen selama 10 tahun terakhir tercatat di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, sehingga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sragen pasca pandemi covid-19 ini masih punya peluang tren di atas pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Sedangkan narasumber dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si menyampaikan Strategi Pemerintah Kaupaten Sragen dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi daerah yaitu dengan peningkatan daya dukung pengembangan perekonomian masyarakat, salah satunya dengan dukungan kepada sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan digital ekonomi. Dr. Evi melihat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sragen mempunyai peluang untuk tumbuh dengan mengoptimalkan peran UMKM, Industri Kreatif dan peluang investasi baru di Kabupaten Sragen.

Rekomendasi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi di Kabupaten Sragen antara lain :

  1. Perlunya sinergitas dari semua pihak baik pemerintah, swasta dan stakeholder terkait secara bersama-sama turut serta mendorong pertumbuhan perekonomian di masyarakat dengan tetap mengutamakan prokes.
  2. Peningkatan penggunaan transaksi digital/nontunai sebagai bagian dari upaya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi yang lebih inklusif, seimbang, aman, dan sehat sebagai bagian dari penerapan prokes (transaksi nir sentuh). QRIS menjadi solusi atas kebutuhan transaksi digital baik ETP maupun transaksi ritel di masyarakat.
  3. Inisiatif implementasi kerjasama perdagangan antar daerah (KAD) menjadi hal yang perlu didorong mengingat besarnya manfaat bagi daerah penyuplai (surplus) dan daerah pembeli (defisit). Untuk itu, Pemkab Sragen perlu memetakan komoditas surplus-defisit sebagai tahap awal persiapan KAD.
  4. Penyaluran kredit kepada UMKM menunjukkan risiko yang cenderung rendah tercermin dari rasio NPL yang relatif rendah. Secara umum, hal ini memberikan gambaran mengenai kemampuan repayment capacity UMKM di Kabupaten Sragen dalam pembiayaan. Untuk itu diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk melakukan pemetaan UMKM potensial kredit/pembiayaan.
  5. Pemetaan UMKM potensial on boarding dalam rangka mewujudkan UMKM Naik Kelas (Go Digital).~nn-persik~


Berita Terkait