Bappeda Litbang selaku Sekretaris Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) mengadakan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (Pronangkis) yang bertempat di Aula 4 Kecamatan eks-Kawedanan se-Kabupaten Sragen. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi, memverifikasi dan memvalidasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pelaksanaan Kegiatan ini dilakukan 4 sesi sesuai wilayah eks Kawedanan menjadi beberapa hari yaitu : Rabu (15/9/2021) di Kecamatan Sukodono untuk eks-Kawedanan Gesi, Kamis (16/9/2021) di Kecamatan Sumberlawang untuk eks-Kawedanan Gemolong, Rabu (22/9/2021) di Kecamatan Gondang untuk eks-Kawedanan Gondang dan hari terakhir Kamis (23/9/2021) untuk eks-Kawedanan Sragen bertempat di Aula Kecamatan Sidoharjo.

Peserta kegiatan terdiri dari : Perangkat Desa (IT Desa yang menangani DTKS), Koordinator PKH Kecamatan, TKSK Kecamatan dan Kasi Kesra Kecamatan. Adapun Narasumber adalah Bp. Tri Mulyono, S.STP selaku Kabid PPM Bappeda Litbang dan Bp. Dwi Ponco Wibowo, S.Psi dari Dinas Sosial Kabupaten Sragen.

Pada kesempatan tersebut, Kabid PPM menyampaikan tentang Prosedur dalam pengusulan KIP Sekolah, khususnya SD  dan SMP serta KIP Perguruan Tinggi dan Bansos listrik gratis bagi warga masyarakat yang kurang mampu. Untuk memenuhi hak informasi publik dan meningkatkan transparansi tentang data kemiskinan, masyarakat dapat memantau Penerima Bantuan Sosial (Program Keluarga Harapan, Bantuan Pangan Non Tunai, dan Program lain)  melalui aplikasi yang dikembangkan oleh TKPK Kabupaten Sragen berbasis web di  http://dtks.sragenkab.go.id   dengan menuliskan nama dan NIK E-KTP.

Dalam arahannya, Bp. Ponco menyampaikan perihal adanya New DTKS. Program ini dikembangkan oleh Kementerian Sosial yang telah dilengkapi dengan fitur pendukung. Dengan fitur tersebut, masyarakat bisa mendaftarkan dirinya sebagai penerima bantuan sosial, maupun menyanggah usulan karena penerima Bansos tidak tepat sasaran. Dengan fitur tersebut, masyarakat bisa mengusulkan dirinya menjadi penerima batuan. Dengan perubahan DTKS ke New DTKS, variabel kemsikinan juga berubah dari yang sebelumnya 43 variabemenjadi 16 variable. (PPM)


Berita Terkait