Sragen – Rabu (06/10/2021), Kepala Bappeda Litbang memimpin Rapat Koordinasi Strategi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Sragen Tahun 2021, bertempat di Aula Sukowati yang dihadiri oleh Kepala OPD, Kecamatan, Koordinator Pendamping PKH, Perwakilan Pendamping Desa dan Ketua PKBM di Kabupaten Sragen.

Rapat koordinasi hari tersebut bertujuan untuk menggali kendala-kendala dalam Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) termasuk didalamnya capaian indikator kinerja Rata – rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kabupaten Sragen yang belum tercapai secara maksimal. Pada tahun 2020 Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Sragen  mencapai  7,65 tahun sedangkan Angka Harapan Lama Sekolah pada tahun 2020 mencapai 12,83.

Dalam Rakor Penanganan ATS tersebut, Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Sragen menghadirkan Narasumber dari Bappeda Provinsi (Kasubid Pendidikan dan Mental Spiritual) Bapak Nanang Dwi Saputro S.E., dengan arah Kebijakan dan Strategi Penanganan ATS di Jawa Tengah, Kepala Baperlitbangda Brebes R. Rela Rahayuningsih S.Sos., M.Si. dan Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Bahrul Ulum, S.E., M.S.i untuk memberikan pengalaman menangani ATS di Kabupaten Brebes. Kabupaten Brebes merupakan Kabupaten yang dalam penanganan ATS nya terbaik dan memiliki program penanganan ATS yaitu “Gerakan Kembali Bersekolah” (GKB).

Perlu adanya strategi kebijakan dan aksi prioritas yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen dalam upaya menangani isu ATS dan mengurangi jumlah ATS agar seluruh anak usia sekolah (7-18 tahun) di Kabupaten Sragen dapat kembali berpartisipasi dalam pendidikan melalui program/kegiatan yang sinergi antar OPD/Stakeholder dalam menanganan ATS di Kabupaten Sragen. (PPM)


Berita Terkait