Selamat Datang di Pusat Informasi Bappeda Sragen Jumat, 22 November 2019  
 
 
Bupati Sragen Menerima Visitasi Kepemimpinan Nasional Tingkat II LAN RI
29/04/2019, Dibaca : 191

Sragen – Pada Kamis (24/4) Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen mendapat kehormatan menerima kunjungan dari LAN RI Makasar dalam rangka orientasi lapangan diklatpim II yang sekarang disebut Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angktatan IV Tahun 2019. VKN dimaksud diselenggarakan oleh Puslitbang KMP LAN RI Makasar dengan peserta para pejabat eselon II dari berbagai instansi/daerah di Indonesia sebanyak 15 orang dan penyelanggara/pendamping sebanyak 3 orang.

Penerimaan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angktatan IV Tahun 2019 diselenggarakan di Ruang Citrayasa Kompleks Rumah Dinas Bupati Sragen yang disambut langsung oleh Ibu Bupati Sragen, dr. HJ. Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Selain Ibu Bupati turut menyambut juga beberapa pejabat di Pemkab Sragen antara lain Kepala Bappeda Litbang Kab. Sragen; Kepala BKPP Kab. Sragen; Kepala Dinas PMD Kab. Sragen; Kepala Disperindag Kab. Sragen; Kepala Dinkop UKM Kab. Sragen; Camat Masaran; Kepala Desa Sepat, Kec. Masaran.

Tema VKN dimaksud adalah Pemberdayaan Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing. Lokus VKN di Kabupaten Sragen dipilih Desa Sepat Kecamatan Masaran yang mempunyai berbagai keunggulan potensi lokal berupa UMKM alat rumah tangga, pembuatan batako, dll. VKN ini dimaksudkan agar peserta dapat mengaktualisasikan kepemimpinan  strategis dan manajemen strategis pada level desa dan/atau pemerintah  daerah  dan/atau  instansi  lainnya, selain itu peserta diharapkan mendapat pengalaman dalam meningkatkan kapasitasnya  sebagai  pejabat  publik. Mereka diarahkan untuk memberikan sumbangan  pemikiran  bagi peningkatan  kemajuan daerah  melalui  inovasi ataupun terobosan dalam  pengelolaan  pemerintah.

Tujuan dari VKN PKN kali ini adalah untuk membekali peserta dengan pengalaman melihat, mendalami, menganalisis permasalahan dan kondisi nyata di suatu  daerah/desa  berkembang,  serta memberikan alternatif solusi pemecahan masalah; menumbuhkan  kepekaan dan kepedulian peserta  terhadap  kondisi sosial - ekonomi - fisik di level masyarakat melalui gagasan ide inovasi yang cocok bagi peningkatan kualitas di bidang tertentu sesuai kebutuhan nyata di daerah tersebut; memberikan keterampilan penerapan  inovasi yang merupakan   bagian dari proses pembelajaran untuk memperkaya wawasan  dan pemikiran peserta; serta memberikan pengalaman pembelajaran terkait dengan inovasi  yang telah dilakukan di lokus  kunjungan guna mempertajam  pemahaman kearifan lokal dalam penyusunan inovasi di tempat kerja. (Litbang)

Berita Terkait