Selamat Datang di Pusat Informasi Bappeda Sragen Minggu, 08 December 2019  
 
 
Bersama BPS Sragen Adakan Workshop Indeks Pembangunan Manusia
10/10/2019, Dibaca : 116

Pada hari Kamis, 10 Oktober 2019 bertempat di Ruang OpROOM Setda Kabupaten Sragen Bappeda Litbang (Pemkososbud) bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Sragen mengadakan workshop Indeks Pembangunan Manusia 2018.

IPM merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) penduduk Sragen. "Pembangunan manusia didefinisikan sebagai suatu proses untuk memperbanyak pilihan-pilihan yang dimiliki manusia".

Sejumlah indikator dalam IPM adalah untuk mengukur dimensi hidup layak, maka digunakan indikator kemampuan daya beli terhadap sejumlah bahan kebutuhan pokok makanan dan non-makanan. dan juga dapat dilihat dari rata-rata besarnya pengeluran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak.

Disamping itu indikator umur panjang, berilmu pengetahuan dan memiliki akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan agar dapat hidup secara layak. Untuk mengukur dimensi kesehatan, digunakan angka harapan hidup. Sementara untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.

Dalam workshop tersebut sebagai Narasumber Kepala BPS Kabupaten Sragen, Bapak Toga Hamonangan, S.Si., M.M.

Salah satu permasalahan pembangunan di Kabupaten Sragen adalah masih rendahnya kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut antara lain ditunjukkan dengan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan kualitas hidup manusia, dimana tahun 2014 angka IPM Kabupaten Sragen mencapai 69,95 dan meningkat secara bertahap dari tahun ketahun menjadi 72,96 di tahun 2018; Kabupaten Sragen menempati peringkat 13 dari 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah dengan pertumbuhan IPM sebesar 0,77 persen.

Keterbandingan IPM Kabupaten Sragen dengan daerah lain khususnya di Karesidenan Surakarta merupakan ulasan yang cukup menarik untuk di cermati. Pada tahun 2017, IPM Kabupaten Sragen berada pada level bawah, tetapi masih diatas Kabupaten Wonogiri. Pada periode lima tahun terakhir, peringkat tertinggi se-Karesidenan Solo Raya masih dicapai Kota Surakarta. Tahun 2018 ada tiga Kabupaten yang pencapaian IPM-nya hampir sebanding yaitu Kabupaten Klaten, Karanganyar dan Sukoharjo. Sedangkan peringkat IPM untuk Kabupaten Sragen dan Boyolali saling berkejaran dengan selisih sebesar 3,59. Sementara itu, Kabupaten Wonogiri pencapaian IPM-nya masih dibawah 70 atau masih termasuk dalam klasifikasi IPM sedang. (PSB)

Berita Terkait