Selamat Datang di Pusat Informasi Bappeda Sragen Selasa, 21 January 2020  
 
 
KSCT, Kabupaten Sleman Studi Banding ke Kabupaten Sragen
23/12/2019, Dibaca : 45

Sragen, Bappeda Litbang Kabupaten Sragen beberapa waktu lalu menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Sleman dari unsur Bappeda, DPUPR, DLH, Dinas PKP dan stakeholder lainnya dalam rangka studi banding KSCT Pemerintah Kabupaten Sleman, Rabu (4/12/2019).


Rombongan Studi Banding dari Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Junaedi, ST disambut oleh Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Sragen, Agus Tri Lastomo, S.IP., M.Si beserta jajaran OPD terkait Kabupaten Sragen di Ruang Oproom Setda Kabupaten Sragen. Dalam sambutannya, Sekretaris Bappeda Litbang menjelaskan bahwa Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) Kabupaten Sragen dilakukan guna percepatan pengembangan kawasan sebagai pusat pertumbuhan wilayah, mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah dan mendorong petumbuhan daerah tertinggal dan perbatasan. KSCT Kabupaten Sragen ditetapkan dengan Peraturan Bupati Sragen Nomor 49 Tahun 2013 tentang Penetapan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Kabupaten Sragen.


Agus Tri Lastomo, S.IP., M.Si menambahkan bahwa latar belakang penetapan KSCT Kabupaten Sragen ini diawali pada tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Sragen diundang oleh Kementerian Dalam Negeri untuk membahas KSCT di Batam. Dari hasil pertemuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sragen dengan menerbitkan Perbup tentang KSCT dengan menetapkan 6 (enam) Kawasan KSCT yaitu Kawasan Minapolitan di Kecamatan Sumberlawang dan Miri, Kawasan Sentra Budidaya Perikanan di Kecamatan Sambungmacan dan Sidoharjo, Kawasan Sentra Budidaya Peternakan Sapi di Kecamatan Plupuh, Sidoharjo dan Kedawung, Kawasan Agropolitandi Kecamatan Plupuh, Gesi, Tangen, Jenar, Kedawung dan Sambirejo, Kawasan Pariwisata di Kecamatan Kalijambe, Miri, Plupuh, Masaran, Kedawung dan Sambirejo, Kawasan Industri di Kecamatan Kalijambe, Sidoharjo dan Gondang.


Agus Tri Lastomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa penanganan KSCT dilakukan oleh lintas OPD terkait sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Melalui kegiatan yang dilaksanakan OPD untuk mendukung KSCT ini diharapkan KSCT di Kabupaten Sragen dapat lebih cepat dan optimal pembangunannya.


Sementara, Noor Rakhmah Rahayu, S.T dari Bappeda Kabupaten Sleman menyampaikan maksud dan tujuan dilakukannya Studi Banding ini adalah untuk mengetahui secara pasti implementasi KSCT yang sudah diterapkan di Kabupaten Sragen, yang sekiranya dapat dijadikan acuan bagi pengembangan KSCT di Kabupaten Sleman. Berdasarkan analisisi kewilayahan, kawasan strategis di Kabupaten Sleman terbagi menjadi 6 kawasan prioritas, yang kemudian akan menjadi 6 klaster tematik meliputi Klaster KSCT Perkotaan Yogyakarta, Agropolitan, Koridor Perekonomian, Kawasan Prambanan, Minapolitan, dan Wisata Pertanian Sleman Barat.


Studi Banding ini diakhiri dengan tukar cinderamata dari kedua belah pihak dengan harapan kerjasama Pengembangan KSCT di dua Kabupaten dapat berlanjut dan bersinergi pada waktu yang akan datang. (nn-pbw)

Berita Terkait