Selamat Datang di Pusat Informasi Bappeda Sragen Sabtu, 21 October 2017  
 
 
UKSW menggandeng Bappeda Litbang melaksanakan KKN berdurasi 5 tahun di Sragen
22/09/2017, Dibaca : 106

Potret kemiskinan di Jawa Tengah masih membuat prihatin Bapak Ganjar Pranowo selaku Gubernur. Data SUSENAS Badan Pusat Statistik pada Maret 2017 menunjukkan bahwa angka kemiskinan Jawa Tengah mencapai 13,01 persen, lebih tinggi dari angka kemiskinan nasional yang sebesar 10,64 persen. Sebanyak 15 kabupaten/kota menjadi penyumbang kemiskinan terbesar dengan posisi angka kemiskinan diatas angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, salah satunya Kabupaten Sragen.

Hal tersebut membuat Gubernur Jawa Tengah itu menginisiasi kesepakatan bersama (MoU) antara Gubernur, 15 Bupati/Walikota dan 15 Rektor Perguruan Tinggi untuk bekerja sama dalam rangka pengentasan kemiskinan. Selanjutnya, MoU ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama antara utusan 3 pihak diatas dengan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Kuliah Kerja Nyata atau dikenal dengan KKN Tematik Kemiskinan.

Dari 15 perguruan tinggi yang terlibat dalam MoU adalah UKSW yang menjadi partner Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen dalam melaksanakan program yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah ini. Pada Rabu, 20/9/2017 tim UKSW bersama Bappeda Litbang mengadakan rakor sekaligus sosialisasi pelaksanaan KKN Tematik Kemiskinan di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Sragen. Bertindak selaku pimpinan rapat adalah Drs. Wahyudi, M.Sc, Kabid Penelitian dan Pengembangan Bappeda Litbang Kabupaten Sragen.

Secara khusus dalam rakor tersebut diundang Camat Sumberlawang bersama 5 kepala desa yang akan menjadi lokasi KKN. Kecamatan Sumberlawang dipilih karena termasuk daerah merah atau kecamatan dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Kabupaten Sragen. Pemutakhiran Basis Data Terpadu TNP2K tahun 2015 menyatakan bahwa 46,95 persen penduduk Kecamatan Sumberlawang tergolong miskin.  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pelaksanaan KKN Tematik Kemiskinan ini menghendaki 5 desa sebagai pilot project, sehingga didapat Desa Tlogotirto, Desa Ngargotirto, Desa Ngargosari, Desa Ngandul, dan Desa Pagak yang merupakan desa dengan angka kemiskinan tertinggi di Kecamatan Sumberlawang, seperti yang disampaikan Drs. Wahyudi, M.Sc dalam sambutannya.

Dalam acara tersebut juga diundang Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan UPTPK Kab. Sragen sebagai Perangkat Daerah terkait agar dapat mensinergikan program kegiatan masing-masing dengan kegiatan KKN  yang dikomandoi UKSW dalam kerangka besar pengentasan kemiskinan.

Manager Biro Inovasi Riset UKSW, Dr. Sri Sulandjari, SE, MSIE sekaligus pimpinan rombongan tim UKSW menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Tematik Kemiskinan ini nantinya difokuskan pada 3 hal utama, yaitu penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, dan intensifikasi pemanfaatan lahan dan perairan. Lima Kepala Desa yang hadir secara pribadi dalam rakor tersebut menyambut baik program KKN Tematik Kemiskinan yang akan dlaksanakan di desa mereka. Kepala Desa Ngargosari, Suwarno, mengharapkan KKN dapat mengubah image desanya yang miskin menjadi desa yang mandiri atau berdikari sesuai tujuan diadakannya KKN ini.

Pelaksanaan KKN Tematik Kemiskinan pada tahun pertama ini direncanakan mulai pada pertengahan Oktober 2017 dan difokuskan pada pengumpulan basis data potensi dan kondisi riil lima desa terpilih sebagai data dasar rencana pelaksanaan KKN pada 4 tahun berikutnya. Harapan Dr. Gatot Sasongko, SE., MS selaku tim pengarah KKN UKSW, dengan data dasar yang akurat ini timnya dapat merencanakan program kegiatan yang sesuai kebutuhan riil masyarakat sehingga dapat menjadi bagian dari pengentasan kemiskinan di 5 desa pada akhir KKN nantinya. (Litbang)

Berita Terkait