Selamat Datang di Pusat Informasi Bappeda Sragen Sabtu, 21 October 2017  
 
 
DRD Sragen Audiensi dengan DRN di Jakarta
12/10/2017, Dibaca : 55

Jakarta - Mengingat kebutuhan riset/penelitian semakin besar dalam mendukung pengambilan kebijakan dan tuntutan inovasi pemerintahan daerah yang semakin tinggi di era sekarang, sehingga keberadaan Dewan Riset Daerah menjadi sangat strategis dalam mendukung kerja pemerintah daerah. Dalam rangka memperkuat kelembagaan serta meningkatkan fungsi dan perannya Dewan Riset Daerah Kabupaten Sragen mengadakan audiensi dengan Dewan Riset Nasional di Jakarta pada Rabu (11/10/2017).

Datang pada acara audiensi dengan DRN ini antara lain Bp. Tuhana, SH, M.Si selaku Ketua DRD Kabupaten Sragen, Dr. Eny Purwandari, S.Ps, M.Si selaku Sekretaris DRD Sragen didampingi Ketua dan Sekretaris Sekretariat DRD Kab. Sragen yaitu Drs. Wahyudi, M.Sc dan Wawan Kurniawan, S.ST, M.Si. Pada pembukaan pertemuan disampaikan oleh Bp. Tuhana, SH, M.Si bahwa kehadiran mereka ke DRN dalam rangka: pertama, silaturahim, banyak anggota DRN dan BPPT yang dikenal oleh Ketua DRD Sragen ini; kedua, memberitahukan keberadaan DRD Sragen ke DRN agar dikenal dan diberi penguatan; ketiga, Sharing program dan kegiatan antara DRN, DRD, dan Pemerintah Daerah Kab. Sragen terkait IPTEK dan Kelitbangan; dan keempat, mohon arahan bagaimana DRD Sragen agar optimal dalam mensupport Pemda Sragen, sejauh mana peran yang bisa diambil DRD dan posisi kelembagaan DRD yang ideal.

Audiensi DRD Sragen diterima secara pribadi oleh Ketua DRN Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU dan didampingi Sekjen DRN Dr. Ir. Iding Chaidir di ruang rapat Sekretariat DRN Jl. M.H. Thamrin No. 8, RT10/RW 10, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya Ketua DRN menyampaikan bahwa DRD harus aktif dalam memberikan sumbangsih saran dan pemikiran kepada Bupati baik diminta ataupun tidak. Ketika kepala daerah sedang terhambat dalam menyelesaikan visi misinya maka itulah saat yang tepat bagi DRD untuk mengambil peran, memberikan saran, solusi, dan ide kreatif yang menunjang pemerintah daerah, lanjut lulusan SMA 1 Magelang itu.

Posisi DRD langsung dibawah Bupati atau kepala daerah yang dikuatkan dengan dikeluarkannya SK Bupati tentang pengisian struktur organisasi DRD. Dijelaskan juga oleh Ketua DRN bahwa DRD merupakan think tank atau pemikir, pemberi saran rekomendasi, bukan eksekutor langsung. DRD harus berusaha menciptakan iklim pemanfaatan IPTEK yang baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. DRD harus mengambil peran yang strategis, memberi alternatif pemikiran dan mendukung terciptanya inovasi-inovasi di segala bidang. Misalnya perlu dipikirkan bagaimana Sragen menjadi Kota Transit karena banyak kendaraan yang melewati Sragen, jangan biarkan pemakai jalan hanya lewat begitu saja.

Panjelasan semakin menarik dengan disebutkan rumus bahwa innovation = invention x commersialisation, bahwa sebuah inovasi itu temuan yang berhasil dikomersialisasikan. Jadi hasil inovasi harus didorong untuk menjadi sebuah produk yang bisa dijual. Dengan begitu maka masyarakat/inovator akan meningkat kesejahteraan ekonominya. Dalam rancangan Undang-Undang Inovasi yang digagas oleh DRN didalamnya mengatur bahwa pendanaan inovasi tidak melulu harus dari APBN, bisa dari sumber yang lainnya dan jikapun dari APBN negara tidak dapat semena-mena memotong anggaran riset ditengah jalan agar riset yang sejak berjalan tidak terganggu. Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU diakhir perbincangan menyatakan jika butuh tenaga ahli bidang apapun untuk mendukung kemajuan Sragen, silakan menghubungi DRN dan akan dibantu semaksimal mungkin. DRN sangat bangga jika DRD bisa berperan dan eksis di daerah serta aktif koordinasi dan komunikasi seperti yang dilakukan Sragen hari ini, terang Ketua DRN itu. (Litbang)

Berita Terkait