Selamat Datang di Pusat Informasi Bappeda Sragen Rabu, 22 November 2017  
 
 
Revisi RPJMD Merupakan Saat yang Tepat untuk Mengintegrasikan SIDa
19/10/2017, Dibaca : 120

Sragen – Aula Sukowati Setda Kabupaten Sragen meriah pada Kamis (19/10/2017) dengan kehadiran peserta Focus Group Discussion (FGD) Forum Litbang se-Subosukawonosraten dari perwakilan Perangkat Daerah se-Solo Raya. Tema yang diangkat pada FGD kali ini adalah “Peranan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) dalam Percepatan Pembangunan Daerah”. Tema itu dilatarbelakangi oleh pentingnya sebuah Inovasi, sesuai penjelasan UU No 23/2014 bahwa “Majunya suatu bangsa sangat ditentukan oleh inovasi yang dilakukan bangsa tersebut.” Untuk itu maka diperlukan adanya perlindungan terhadap kegiatan yang bersifat inovatif yang dilakukan oleh aparatur sipil negara di Daerah dalam memajukan Daerahnya.

Ketua panitia, Drs. Wahyudi, M.Sc sekaligus Kabid Litbang Bappeda Litbang menyampaikan bahwa pemerintah daerah sebagai bagian dari entitas pengembangan sistem inovasi nasional dituntut kesiapannya untuk turut serta mengembangkan sistem inovasi di daerahnya masing-masing sebagai upaya peningkatan daya saing wilayah. Acara FGD ini mengundang dari berbagai stakeholder yakni perangkat daerah se-Subosukawonosraten, akademisi UNS, Akbid Yappi, dan Politeknik Yappenas, Dewan Riset Daerah Kabupaten Sragen dan dihadiri media lokal Sragen.

Bp. Tugiyono, SH selaku Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Sragen membuka acara FGD secara resmi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa SIDa merupakan one stop sevice dari pembaharuan atau inovasi, karena dalam Roadmap SIDa itulah tercetus dan terkumpul inovasi-inovasi daerah yang siap dikembangkan dan dikawal oleh pemerintah daerah. Dengan kerjasama yang baik dan semangat guyup rukun maka diharapkan seluruh pemda dan stakeholder se-Solo Raya dapat mengkolaborasikan SIDa nya sehingga menjadi satu kesatuan kawasan yang mempunyai daya saing tinggi. “Karya terbaik adalah karya kolaborasi bukan karya perorangan” petuah penutup sambutan dari mantan Kepala BPTPM Kabupaten Sragen itu.

Narasumber pada FGD yang diselenggarakan oleh Bappeda Litbang Kabupaten Sragen ini adalah Drs. H. Gunarto W. Taslim, MM dosen UNTAG dan sekaligus Ketua Tim Penyusunan Roadmap SIDa Kabupaten Sragen dan dimoderatori oleh Bp. Sarengat, SH Kabid Litbang Bappeda Kabupaten Boyolali. Moderator mengawali acara dengan menyebutkan bahwa inovasi itu sebuah keharusan, di swasta jika inovasi tidak dilakukan maka produknya akan ditinggalkan konsumen, maka pemerintah daerah jika menginginkan daya saing daerahnya tinggi harus inovatif dalam membuat program dan kegiatan. Jangan sampai daerah dengan sumber daya alam yang kaya tapi memiliki daya inovasi rendah sehingga menyebabkan daya saingnya melorot.

Inovasi tidak melulu harus menciptakan sesuatu yang baru, inovasi bisa berupa modifikasi dari sesuatu yang sudah pernah ada. Inovasi memang sangat terkait dengan upaya-upaya kelitbangan karena menurut Permendagri 17 Tahun 2016 Tentang Pedoman Kelitbangan di Lingkungan Kemendagri dan Pemerintahan Daerah sebuah inovasi melibatkan proses penelitian, pengkajian, pengembangan, perekayasaaan, penerapan, pengoperasian, dan evaluasi kebijakan.

Inovasi yang terangkum dalam Roadmap SIDa harus masuk dalam seluruh dokumen perencanaan agar tidak sia-sia. Secara ideal roadmap SIDa disusun sebelum RPJMD dibuat, tapi masih ada peluang untuk memasukkan SIDa ditengah-tengah perjalanan dokumen perencanaan yaitu saat dilakukan Revisi RPJMD yang biasanya dilakukan minimal sekali dalam satu periode RPJMD. Oleh karena itu saat Kabupaten/Kota melakukan revisi RPJMD maka itulah saat yang tepat untuk meintegrasikan Roadmap SIDa kedalamnya serta unsur SIDa langsung dimasukkan pada Renstra SKPD,  jelas salah satu pendiri Lembaga Pengkajian  dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan itu. Selain saat revisi RPJMD, roadmap SIDa juga bisa diintegrasikan dalam pembuatan RPKD tahunan, jika tidak dapat menambah Program terkait SIDa maka ditambahkan pada indikator dan kegiatan pada RKPD tahunan SKPD, yang dielaborasi indikatornya.

Roadmap SIDa nantinya harus dibuat peraturan kepala daerah agar punya kekuatan. Selain itu ada beberapa prasyarat  keberhasilan penguatan SIDa antara lain komitmen tinggi Pimpinan Daerah; dukungan aparatur birokrasi daerah & seluruh stakeholdernya; keberhasilan pengintegrasian SIDa dalam dokumen perencanaan daerah (RPJMD; dan RKPD, RENSTRA dan Renja OPD); adanya tokoh-tokoh lokal yang gigih mewujudkan Inovasi di daerah; partisipasi perguruan tinggi dan NGO serta masyarakat yang tinggi; dan peran Lembaga Litbang dan semangat para tokoh pada Lembaga Litbang Daerah. (Litbang)

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait