Selamat Datang di Pusat Informasi Bappeda Sragen Selasa, 26 June 2018  
 
 
MUSRENBANG WILAYAH EKS KARESIDENAN SURAKARTA DI SRAGEN
20/03/2018, Dibaca : 134

Sragen menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Karesidenan Surakarta yang digelar di Pendapa Sumonegoro Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa 20 Maret 2018. Acara yang dibuka Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko ini dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jateng, Perwakilan OPD Jateng, kepala daerah dan perwakilan kepala dinas se Eks Karesidenan Surakarta ini membahas isu-isu strategis terkait rencana prioritas pembangunan tahun anggaran 2019 mendatang.

Sebelum pembukaan acara, Plt gubernur menyempatkan diri menyaksikan pameran produk unggulan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari Sragen dan kabupaten lainnya. Dalam  Musrenbang  Wilayah Tahun 2018 ini setiap kepala daerah  mengemukakan 10 isu strategis yang akan diusulkan dalam APBD Provinsi Jawa Tengah 2019. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santosa, dalam paparanya menyampaikan bahwa, banyak problematika di Soloraya. Ini dikatakan setelah menyerap aspirasi masyarakat. “Aspirasi ini perlu mendapatkan perhatian lebih,” terangnya. Beberapa permasalahan dicontohkan diantaranya infrastruktur utamanya di kawasan perbatasan, Sragen-Purwodadi, Purwantoro, Wonogiri dengan Nawangan, Pacitan, Jawa Timur dan beberapa daerah lain yang kurang tersentuh. “Jalan perbatasan banyak keluhan, pelebaran jalan menuju Tawangmangu, akhir kemacetan sering crowded, Purwantoro-Nawangan tertutup mohon dijadikan Prioritas. Jalan Kalijambe Masaran segera diselesaikan,” kata Hadi Santosa.


Sementara itu Plt Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan Pemprov Jateng dengan kabupaten/kota harus terintegrasi untuk mewujudkan pembangunan dan kemajuan bersama.  Dengan  jumlah  penduduk sekitar 35 juta jiwa, imbuh Heru, Jateng memiliki  potensi pasar yang besar. Soal usulan Pemkab Sragen dan  kabupaten/kota lainnya di Solo Raya, Heru  menuturkan akan dibahas bersama dengan menerapkan skala prioritas.


Pembangunan yang dilakukan Sragen guna mendukung penyelesaian berbagai permasalahan di Jawa Tengah maupun Nasional, yaitu percepatan pengurangan kemiskinan, percepatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas, peningkatan pelayanan pemukiman yang layak, peningkatan tata kelola layanan dasar, penanggulangan kemiskinan, penguatan daya saing ekonomi daerah, kualitas hidup dan daya saing SDM, Pengelolaan SDA LH dan penanggulangan bencana, ketahanan pangan dan energi, dan tata kelola pemerintahan.
Di tahun 2018, ada 10 usulan prioritas Sragen, namun hanya satu usulan yang disetujui. Selain itu, Sragen juga mendapatkan bantuan keuangan SARPRAS sebesar Rp 55,5 miliar dari usulan Rp 180,2 miliar.


Sementara untuk tahun 2019 ini Sragen memberi usulan 10 priotitas kegiatan antara lain peningkatan jalan Dadapan –Suwatu Kecamatan Tanon, Peningkatan jalan Ngebung-Manyarejo, Kecamatan Kalijambe, Peningkatan jalan Jenar-Nyadri  Kecamatan Jenar, Peningkatan  jalan Sidodadi – Sidokerto Kecamatan Plupuh.


    Tidak hanya peningkatan jalan, Sragen juga mengusulkan kegiatan pembangunan gedung rawat inap kelas 3 RSUD dr. Soeratno Gemolong, pembangunan saluran drainase dan kawasan Nglangon Kecamatan Sragen, Pembangunan Embung Jati Kecamatan Sumberlawang , revitalisasi ODTW Gunung Kemukus, Pembangunan gedung instalasi bedah sentral RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan Pengadaan sarana transportasu antar klaster Sangiran (shuttle bus). (RENVAL)

Berita Terkait