Selamat Datang di Pusat Informasi Bappeda Sragen Rabu, 22 November 2017  
 
 
Re-Design Technopark menuju Technopark Mandiri
27/10/2017, Dibaca : 182

Semarang – Bertempat di Ruang Prayogasala UPP IPTEKIN Bappeda Provinsi Jawa Tengah mengadakan Focus Group Discussion tentang Redesign Technopark. Tema yang diangkat dalam FGD itu adalah “Membangun Kolaborasi dan Sinergitas Menuju Technopark Ideal”. Acara dibuka oleh Kepala UPP IPTEKIN, Bp. Hatta Hatnansya Yunus, S.STP, M.Si, mewakili Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Bp. Hatta menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi yang mempunyai technopark tebanyak di Indonesia. Terlepas dari kekurangan disana sini yang masih harus diperbaiki tetapi 14 technopark yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah sudah berdiri dan beroperasional. Kebanyakan dari technopark yang ada berjalan sendiri-sendiri tanpa kolaborasi dan sinergitas, oleh karena itu dengan FGD ini diharapkan antar technopark dapat saling bekerja sama dalam memajukan daya saing di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, juga akan dibuat payung hukum dalam membentuk technopark di Jawa Tengah berupa Peraturan Gubernur yang juga dibahas dalam FGD itu.

Dalam FGD itu diisi oleh tiga narasumber yaitu Ir. Gopa Kusworo, M.Eng selaku Kasubdit Kawasan Sains dan Teknologi Kemenristek-Dikti sekaligus Sekjen Assosiasi STP Indonesia, Bp. Sugeng Pribadi, SH., Sp.N., Kepala Bagian Perundang-Undangan Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, dan Ir Dyah Lukisari MSi, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah. FGD itu dimoderatori oleh Drs Mursyid Zuhri, M.Si selaku Koordinator Peneliti Bappeda Provinsi Jateng. Hadir dalam acara FGD itu antara lain dari BPPT, BATAN, Wakil Rektor UNDIP, perwakilan OPD Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Technopark dan OPD yang mengampu Technopark se-Jawa Tengah, termasuk hadir dari Bappeda Litbang Kab. Sragen, Kasubid. Penelitian dan Pengembangan, Wawan Kurniawan, S.ST., M.Si dan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja sekaligus pengampu UPT Technopark Ganesha Sukowati Kab. Sukowati, Bp. M. Afif Ajiputra, ST., MH.

Ir. Gopa Kusworo, M.Eng memberikan materi tentang Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Science Tecnopark (STP) yang menerangkan bahwa ekonomi lama yang bergantung pada tenaga kerja dan sumber daya alam sudah mulai bergeser ke ekonomi baru yang bergantung pada penguasaan iptek, kreativitas serta daya inovasi yang tanpa batas. Dalam visi misi Presiden Joko Widodo pada Nawa Cita ke-6 sangat mendukung peningkatan produktifitas dan daya saing melalui Science Technopark, Politeknik dan SMK-SMK dilengkapi sarana prasana dengan teknologi terkini. Beliau juga menjelaskan bahwa STP yang mandiri mampu bertindak sebagai pengungkit daya saing dan bisa menghasilkan cluster-cluster industri. Dari STP seharusnya lahir pengusaha berbasis teknologi dan peran STP sebagai wahana hilirisasi dan membangun ekosistem inovasi bersama SIDa.

Pembentukan STP dapat diinisiasi atau ditumbuhkan oleh perguruan tinggi, lembaga litbang, pemerintah/pemerintah daerah, maupun dunia usaha/swasta. Karena karakter dasar STP menyangkut integrasi dari berbagai fungsi layanan dalam satu kawasan, maka STP harus dikelola secara profesional (minimal semi government). Pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk mendukung STP, yang diinisiasi baik oleh perguruan tinggi, industri, maupun pemerintah/pemerintah daerah.

Keberhasilan STP dapat diukur dari beberapa indikator antara lain jumlah produk berbasis potensi daerah yang dikembangkan, jumlah usaha pemula yang dibina, jumlah teknologi hasil litbang domestik yang diterapkan, bentuk organisasi pengelola Technopark (Tim kerja/Satker/BLUD/BUMD?), prosentasi biaya operasional yang dipenuhi sendiri, jumlah usaha pemula/spin-off yang lulus, jumlah kontrak pembiayaan pengembangan produk inovatif, jumlah tenant industri yang masuk dalam kawasan jumlah tenaga kerja yang diserap dalam kawasan, jumlah produk yang telah dilepas ke pasar, dan besar pendapatan usaha dalam kawasan terhadap PAD. (Litbang)

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait